Selasa, 19 Juli 2016

BAGAIMANA BISA???!!



baca Webtoonnya di sini (berbagi kekerenan bacaan aja._.)
bisa-bisanya di dunia ini ada yang tidak bisa beli sesuatu karena tidak punya uang, tapi disisi lain ada yang tinggal menyuruh orang untuk membelikannya sesuatu…!

Kata-kata yang aku temukan dalam sebuah webtoon berjudul Golden Spoon ini berhasil menuai persetujuan seluruh sel yang ada di dalam tubuhku. Membuat aku ingin berteriak “Kira-kira kenapa seperti itu ya??!” di depan orang yang ingin terus mendapatkan uang lebih, padahal ia telah memiliki cukup banyak uang. Kata-kata yang berhasil membuat aku semakin jengkel dengan para koruptor yang serakah, orang kaya yang pelit, dan orang pintar yang sombong. 

Tentu saja seluruh sel di tubuhku setuju, karena kata-kata itu sesuai dengan situasi dan kondisiku saat ini. Wah, benar juga. Bagaimana bisa ada orang yang tak mampu membayar tempat tinggal dan membeli makan, sedangkan di sisi lain ada yang melakukan perjalanan menggunakan jet hanya untuk menghindari macet? Bagaimana bisa ada orang yang tak mampu mendapatkan pekerjaan sama sekali sedangkan di sisi lain ada yang menolak untuk bekerja dan memilih bersenang-senang? Oke mungkin pertanyaan yang kedua timbul karena terlalu banyak menonton drama. Tapi, siapa yang tahu kalau ternyata pertanyaan kedua itu memang benar adanya di dunia ini. 

Keadaan ekonomi yang sedang aku hadapi adalah keadaan yang bisa saja menggoyahkan imanku atau bahkan dapat menguatkan imanku. Ketidak percayaan terhadap adanya Tuhan bisa muncul tanpa ada pasukan sel percaya yang menahannya. Tidak percaya kalau apa yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Tidak percaya kalau kehidupan ini berjalan karena adanya peran Tuhan. Tidak percaya kalau dapat atau tidak dapatnya uang adalah urusan Tuhan juga. Keadaan yang membuat aku mendekati atau bahkan menjadi murtad. Murtad adalah istilah bagi muslim yang merupakan sebutan untuk orang-orang yang keluar dari Islam. Kurang lebih seperti itu pengertian murtad yang dapat aku jelaskan. . .

Tapi syukurnya keadaan ini malah menjadi penguat. Keadaan ekonomi yang menimpa keluargaku membuatku semakin menyadari Tuhanku memperhatikan apapun yang aku kerjakan. Membuatku semakin semangat menjalankan kewajibanku sebagai umat muslim. Membuatku semakin sering meminta dan mengadu hanya kepada-Nya. Membuatku semakin bijak dalam menggunakan uang. Membuatku semakin bijak memilih mana yang seharusnya tetap aku kerjakan mana yang seharusnya tak perlu aku kerjakan. Tapi keadaan itu tetap berhasil membuatku menatap sinis orang-orang yang dengan mudahnya menghamburkan uang. 

Bisa-bisanya . . .!
Bisa-bisanya . . .!
HAHA . . .!

Minggu, 10 Juli 2016

Makna Teman



img: favim.com
Menurut KBBI teman adalah kawan, teman adalah sahabat. Sejatinya, arti teman memang seperti itu. Sejak aku duduk di bangku sekolah dasar, aku memegang arti teman seperti apa yang diartikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jika kuanggap dia teman, maka dia sekaligus sahabatku. Persepsi itu aku pegang hingga aku duduk di Sekolah Menengah Atas.

Temanku, maka Sahabatku

            Karena prinsipku lah, aku selalu memilih siapa yang layak aku panggil teman. Karena temanku adalah sahabatku. Ya, prinsip itulah yang pegang hingga aku duduk di Sekolah Menengah Atas. Mereka yang berbuat baik kepadaku, mereka yang sangat tulus ingin membantuku, mereka yang menemaniku, mereka yang tahan dengan segala sikapku saat itu, mereka yang bersenda gurau dan mengingatku, merekalah temanku. Selain itu, aku hanya menyebutnya “kenal, tapi gak deket”
Jahat memang, tapi…. Aku berhak memilih siapa yang aku spesialkan. Mereka juga berhak memilih siapa yang mereka spesialkan. Karena hak tersebut dimiliki oleh semua orang. Semua orang memiliki kriteria orang spesial untuk mereka pilih.

            Seiring berjalannya waktu, aku baru menyadari apa arti teman di kehidupan ini. Arti teman yang berbeda dengan apa yang diartikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia. Teman adalah siapapun yang aku kenal dan dia juga mengenalku, walau kami tidak dekat. Teman adalah orang yang dibutuhkan dalam situasi dan kondisi tertentu. Teman adalah siapapun yang berpotensi membantuku ketika aku membutuhkannya.

            Mungkin atau bahkan pasti! arti teman bagi setiap orang berbeda-beda. Tapi itulah arti teman yang dimaknai oleh anak berumur 19 tahun di tahun 2016 ini. Itulah makna teman bagiku.

Teman adalah mereka yang kamu butuhkan dalam situasi dan kondisi tertentu