![]() |
| baca Webtoonnya di sini (berbagi kekerenan bacaan aja._.) |
“bisa-bisanya di dunia ini ada yang tidak bisa beli sesuatu karena tidak
punya uang, tapi disisi lain ada yang tinggal menyuruh orang untuk membelikannya
sesuatu…!”
Kata-kata yang aku temukan dalam
sebuah webtoon berjudul Golden Spoon ini
berhasil menuai persetujuan seluruh sel yang ada di dalam tubuhku. Membuat aku
ingin berteriak “Kira-kira kenapa
seperti itu ya??!” di depan orang yang ingin terus mendapatkan uang lebih,
padahal ia telah memiliki cukup banyak uang. Kata-kata yang berhasil membuat
aku semakin jengkel dengan para koruptor yang serakah, orang kaya yang pelit,
dan orang pintar yang sombong.
Tentu saja seluruh sel di tubuhku
setuju, karena kata-kata itu sesuai dengan situasi dan kondisiku saat ini. Wah,
benar juga. Bagaimana bisa ada orang yang tak mampu membayar tempat tinggal dan
membeli makan, sedangkan di sisi lain ada yang melakukan perjalanan menggunakan
jet hanya untuk menghindari macet? Bagaimana bisa ada orang yang tak mampu
mendapatkan pekerjaan sama sekali sedangkan di sisi lain ada yang menolak untuk
bekerja dan memilih bersenang-senang? Oke mungkin pertanyaan yang kedua timbul
karena terlalu banyak menonton drama. Tapi, siapa yang tahu kalau ternyata
pertanyaan kedua itu memang benar adanya di dunia ini.
Keadaan ekonomi yang sedang aku
hadapi adalah keadaan yang bisa saja menggoyahkan imanku atau bahkan dapat
menguatkan imanku. Ketidak percayaan terhadap adanya Tuhan bisa muncul tanpa
ada pasukan sel percaya yang menahannya. Tidak percaya kalau apa yang terjadi
adalah kehendak Tuhan. Tidak percaya kalau kehidupan ini berjalan karena adanya
peran Tuhan. Tidak percaya kalau dapat atau tidak dapatnya uang adalah urusan
Tuhan juga. Keadaan yang membuat aku mendekati atau bahkan menjadi murtad. Murtad
adalah istilah bagi muslim yang merupakan sebutan untuk orang-orang yang keluar
dari Islam. Kurang lebih seperti itu pengertian murtad yang dapat aku jelaskan.
. .
Tapi syukurnya keadaan ini malah
menjadi penguat. Keadaan ekonomi yang menimpa keluargaku membuatku semakin
menyadari Tuhanku memperhatikan apapun yang aku kerjakan. Membuatku semakin
semangat menjalankan kewajibanku sebagai umat muslim. Membuatku semakin sering
meminta dan mengadu hanya kepada-Nya. Membuatku semakin bijak dalam menggunakan
uang. Membuatku semakin bijak memilih mana yang seharusnya tetap aku kerjakan
mana yang seharusnya tak perlu aku kerjakan. Tapi keadaan itu tetap berhasil
membuatku menatap sinis orang-orang yang dengan mudahnya menghamburkan uang.
Bisa-bisanya . . .!
Bisa-bisanya . . .!
HAHA . . .!

Gua bilang inilah hidup, loe nikmatin setiap alurnya dan tertawain setiap kesusahannya, it's my life hehe
BalasHapus